[Cerpen] Cinta Lucu Anak SMA: Surat Cinta vs Guru BK

 "Ting… tong…!"

Bel masuk berbunyi. Bagi sebagian siswa, itu adalah suara "kiamat" kecil karena harus menghadapi pelajaran Matematika. Tapi bagiku, itu adalah lonceng surga. Kenapa? Karena itu artinya aku bisa duduk diam di bangku baris ketiga, menatap punggung seseorang di baris pertama.

Namanya Dinda. Cewek dengan rambut dikepang dua yang kalau ketawa, matanya ikut tersenyum.

Misi Rahasia di Jam Pelajaran

Pak Guru sedang sibuk menjelaskan rumus di papan tulis. Suasana kelas hening, hanya bunyi kapur dan kipas angin yang terdengar.

Perlahan, aku merobek selembar kertas dari buku tulis bagian tengah. Dengan tangan gemetar, aku mulai menulis. Bukan rumus, tapi puisi—atau lebih tepatnya, pantun gombal yang kumutilasi dari majalah dinding.

"Ke pasar beli paku, pulangnya beli jamu. Gak tahu kenapa hatiku, deg-degan kalau dekat kamu."

Norak? Banget. Tapi namanya juga cinta monyet. Rasanya pantun itu adalah karya sastra terbaik abad ini.

Aku melipat kertas itu kecil-kecil, berniat melemparnya ke kolong meja Dinda saat Pak Guru lengah.

"Satu... dua... tiga..."

PLUK!

Apes. Lemparanku meleset. Kertas itu tidak mendarat di kolong meja Dinda, tapi jatuh tepat di lorong jalan. Di saat yang sama, pintu kelas terbuka.

"Selamat pagi anak-anak, pemeriksaan kerapian!"

Mampus. Itu suara Pak Bambang, Guru BK paling killer seantero sekolah!

Tragedi Surat Nyasar

Pak Bambang berjalan menyusuri lorong meja. Matanya setajam elang. Jantungku berdetak lebih cepat dari beat lagu dangdut koplo. Kertas itu masih tergeletak manis di lantai, tepat dua langkah di depan sepatu pantofel Pak Bambang.

Dinda menoleh ke belakang, melihat wajahku yang pucat pasi. Dia melirik ke lantai, lalu ke arahku lagi.

Tanpa diduga, saat Pak Bambang menunjuk ke papan tulis, Dinda pura-pura menjatuhkan penghapusnya. Dengan gerakan kilat, tangannya menyambar kertas suratku bersamaan dengan penghapusnya.

Dia menoleh lagi padaku, lalu tersenyum sambil mengedipkan sebelah mata. Selamat. Aku selamat dari ruang BK, tapi tidak selamat dari serangan jantung karena senyumannya.

Bendera dan Sepeda

Hari itu berlalu dengan ajaib. Saat upacara bendera, aku sengaja baris di belakangnya. Angin nakal meniup rambutnya hingga mengenai wajahku. Wangi sampo stroberi. Sumpah, aku rela upacara 5 jam kalau posisinya begini terus.

Dan puncaknya adalah sore hari.

"Pulang naik apa?" tanyaku memberanikan diri di gerbang sekolah. "Jalan kaki, angkotnya penuh," jawabnya. "Mmm... mau nebeng? Tapi cuma sepeda butut."

Dia tertawa. "Boleh. Asal jangan ngebut ya."

Sore itu, di atas sepeda tua yang rantainya sering lepas, aku membonceng semesta. Hujan gerimis turun pelan, tapi entah kenapa, rasanya hangat. Kami tertawa sepanjang jalan, menertawakan pantun gombal yang tadi pagi dia selamatkan dari Pak Bambang.

Ah, masa SMA. Masa di mana masalah terbesar cuma PR Matematika dan takut ketahuan naksir teman sebangku.

 


Catatan Dapur Rekaman (Nostalgia Vibes)

Lagu "Cinta Lucu Anak SMA" ini saya buat dengan nuansa Playful Pop yang ringan.

  • Vibe: Musiknya dibuat simpel, catchy, dan ceria, menggambarkan kepolosan cinta remaja yang belum terkontaminasi drama orang dewasa.

  • Lirik: Sengaja memasukkan elemen-elemen ikonik seperti "Guru BK", "Surat di Laci", dan "Upacara Bendera" agar pendengar langsung terlempar ke memori masa sekolah.

Kalau kamu ingin membuat video animasi karakter SMA ala anime untuk lagu buatanmu sendiri, atau ingin belajar bikin lirik lagu yang storytelling-nya kuat berbantu AI, cek tutorial lengkapnya di: ai.crojaproject.com.

Jangan lupa kerjain PR ya! Babeh - CROJA Project

BAGIKAN ARTIKEL INI:

Komentar ()

Komentar