[Jepang Terasa Dingin?] Semangat, Vania! Pesan Suara dari Rumah di Tengah Hiruk-Pikuk Shibuya
Jepang adalah mimpi bagi banyak orang. Lampu neon Shibuya yang tak pernah tidur, kecanggihan kereta di Stasiun Meguro, hingga indahnya langit di Chiba. Tapi, hanya mereka yang merantau yang tahu rasanya "sepi di tengah keramaian".
Lagu kedua dari Croja Project ini, "Semangat, Vania! [Japanese Version]", sengaja dibuat menggunakan Bahasa Jepang. Kenapa? Karena Babeh ingin lagu ini menemani hari-harimu di sana, melebur dengan udara yang kamu hirup, dan menyatu dengan bahasa yang setiap hari kamu dengar di kampus.
Di Balik Senyum dan "Ganbatte"
Lirik lagu ini memotret realita anak kuliah di negeri orang. "Kadai ga yamasumi, kotoba mo muzukashii..." (Tugas menumpuk, bahasa pun sulit).
Kami tahu, di balik foto-foto Instagram yang estetik di bawah pohon Sakura, ada perjuangan berdarah-darah. Ada malam-malam panjang mengerjakan tugas dengan mata mengantuk, ada momen insecure karena kendala bahasa, dan ada rindu yang tiba-tiba menyerang saat angin dingin menyentuh pipi.
Teman-teman baru mungkin berkata "Ganbatte!" (Semangat!), tapi terkadang, itu belum cukup mengobati rasa kangen rumah.
Pesan Rahasia di Bagian "Drop"
Kalau kamu mendengarkan lagu ini dengan seksama, di tengah-tengah lirik Jepang yang mengalir cepat, tiba-tiba musik berubah. Ada suara yang sangat familiar, menggunakan bahasa Ibu, menembus batas negara:
"Vania.. Kuat" "Vania.. Semangat" "Vania.. Bisa" "Babeh dan Mamah tunggu di rumah"
Bagian drop ini sengaja Babeh sisipkan. Ini adalah representasi bahwa sejauh apapun kamu melangkah, setinggi apapun bahasamu terbang, akar dan rumahmu tetap di sini. Suara ini adalah "jangkar" agar kamu tidak hanyut dalam arus deras kehidupan di sana.
Cahaya di Chiba
Lagu ini ditutup dengan "Chiba ga kagayaite iru..." (Chiba sedang bersinar). Itu adalah doa kami. Bahwa kota tempatmu berpijak sekarang akan menjadi saksi keberhasilanmu. Bahwa air mata dan lelahmu hari ini akan menjadi cahaya yang bersinar terang di masa depan.
Untuk Vania, dan untuk semua pejuang devisa atau penuntut ilmu di negeri orang: Kalian hebat. Kalian kuat.
Catatan Dapur Rekaman (Behind The Scene)
Lagu ini merupakan eksperimen kreatif Croja Project dalam menembus batas bahasa.
Tantangan Lirik: Menulis lirik Jepang yang puitis namun tetap memiliki makna mendalam tentang kerinduan dan perjuangan. Kami memadukan nuansa City Pop Jepang yang energik dengan sentuhan emosi Indonesia.
The Drop: Bagian favorit saya adalah transisi dari Jepang ke Indonesia. Secara musikal, ini memberikan jeda napas. Secara emosional, ini adalah "pelukan virtual" dari orang tua.
Penasaran bagaimana cara membuat lagu dalam bahasa asing yang fasih menggunakan teknologi AI seperti ini? Atau ingin membuat video musik anime sendiri? Saya membongkar rahasianya di blog teknis kami: ai.crojaproject.com.
Tetap Semangat! Babeh - CROJA Project
BAGIKAN ARTIKEL INI:
Komentar ()
Komentar
Posting Komentar